
Semarang – Seiring dengan akan berakhirnya masa bakti Dewan Racana Diponegoro periode kepengurusan 2012/2013 maka dewan Racana Diponegoro mengadakan Musyawarah Pandega Racana Diponegoro tahun 2013 pada hari jum’at hingga hari minggu, 20 – 22 Desember 2013. Karena Musyawarah pandega Racana Diponegoro ini adalah yang ke – 34, maka kegiatan kali ini di beri nama “ Musyawarah Pandege XXXIV Racana Diponegoro”
Seperti yang telah kita ketahui, Musyawarah Pandega adalah salah satu kegiatan rutin tahunan yang di laksanakan Racana Diponegoro. Musyawarah pandega yang lebih sering kita sebut Muspandega ini telah berlangsung sejak Racana Diponegoro berdiri hingga sekarang. Musyawarah pandega adalah forum tertinggi yang ada di Racana Diponegoro . Musyawarah pandega ini diadakan pada intinya untuk menyampaikan pertanggung jawaban dewan Racana Diponegoro dalam 1 periode kepengurusannya. Selain itu, musyawarah ini juga akan membahas arah dan tujuan Racana Diponegoro selama satu tahun kepengurusan yang akan datang.
Dalam musyawarah pandega Racana Diponegoro kali ini menghadirkan seluruh elemen Keluarga Besar Racana Diponegoro mulai dari anggota, Dewan, Purnacisya dan Pembina Racana Diponegoro karena kegiatan ini teramat penting untuk menentukan arah dan tujuan Racana Diponegoro, dan harapannya setelah setelah selai musyawarah ini di dapatkan hasil yang mufakat dari seluruh Keluarga Besar Racana Diponegoro.
Kegiatan yang dimulai pada hari jum’at siang pukul 15.00 ini dibuka oleh Pembina Racana Diponegoro yakni “Bunda Tien Supeno”. Dalam nasihatnya beliau menyampaikan rasa gembira karena bisa menghadiri kegiatan Musrawaran Pandega XXXIV Racana Diponegoro. Selain itu beliau juga berharap dalam menentukan hasil musyawarah harus benar – benar bulat, tidak ada salah satupun Keluarga Racana Diponegoro yang di beratkan.” Yang perlu kita kagumi dan perlu kita terapkan, walaupun beliau sudah usia lanjut dan menggunakan alat bentu untuk berjalan namun semangatnya dalam memajukan Racana Diponegoro sangatlah besar.
Setelah upacara pembukaan selesai, seluruh keluarga besar Racana Diponegoro langsung mengadakan siding pleno. Beberapa anggenda yang di bahas dalam sidang pleno antara lain Pertanggung jawaban Dewan Racana Diponegoro, pembahasan Pola Pembinaan dan Pengembangan Racana Diponegoro dan perumusan arah dan kebijakan organisasi untuk tahun dan di akhiri dengan pemilihan tim formatur untuk mencari calon penerus dewan Racana Diponegoro satu periode mendatang.
Kegiatan yang berlangsung di gedung kenotariatan, Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro ini berjalan dengan lancar. Seperti yang di ungkapkan kak Agus Setiawan Ketua Dewan Racana Diponegoro 2013 (Demisioner) “Luar biasa. Muspandega kali ini berjalan cukup lancar tanpa hambatan yang berarti, semua LPJ lancar meski ada beberapa yang perlu di revisi ulang dan masih ada yang mesti di perbaiki untuk dewan berikutnya, namun semua itu pasti akan terjawab manakala semua pihak saling menggandeng dan menggendong. Secara keseluruhan Muspandega kali ini sangat memuaskan dan semoga bisa menjadi acuan atau tolak ukur kakak – kakak dewan berikutnya. Kesimpulan dari dewan 2013 yaitu merupakan dewan penuh dengan jalan pembuka perubahan. Beliau juga memberi pesan kepada para pembaca “Semoga kerja keras dewan Racana Diponegoro periode 2013 bisa dilanjutkan dengan baik dengan jalan yang sudah kami buka lebar ini. Ini adalah kesempatan besar buat dewan berikutnya dalam memajukan Racana Diponegoro, baik di tingkat universitas, daerah maupun di tingkat nasional.
Kegiatan Musyawarah Pandega Racana Diponegoro di akhiri jam 13.00 yang di tutup oleh kak Dadin. Setelah kegiatan Muspandega selesai seluruh anggota Racana Diponegoro langsung membersihkan segala penjuru ruangan. Karena kita berprinsip kita datang ke tempat dengan keadaan bersih, maka ketika kita meninggalkan lokasi pun harus kelihatan bersih. Selesainya bersih – bersih tempat, semua anggota Racana Diponegoro langsung bergegas ke Pangkalan Pramuka Undip (PPU) untuk makan siang bersama. Dari makan bersama ini terlihat kekeluargaan yang kuat antar anggota Racana Diponegoro.
“Dewasaku adalah Bersaudara”